Kirim Pertanyaan Punya pertanyaan ? Kirimkan pertanyaan kamu dan temukan solusi dari teman yang lain.
  1 Jawaban - Pertanyaan Favorit
  1. #1
    Guest
    Bolehkah berdagang mengambil untung 100 % atau lebih ?

  2. + Jawab Pertanyaan
  3. #2
    Di dalam Al-Qur'an ketentuan-ketentuan berdagang (Arab = tijaarah) diberikan secara umum (tidak berupa teori-teori yang terperinci). Itu terdapat dalam beberapa ayat :
    1. Prinsip jangan sampai memakan riba, al-Baqarah: 275.
    2. Pencatatan transaksi yang rapi dan jujur, al-Baqarah: 282.
    3. Perniagaan itu berdasar suka-sama suka, tidak ada pemaksaan, al-Nisaa': 29.
    4. Perniagaan tidak boleh melalaikan ibadah, al-Nur :34; al-Jum'ah : 9 - 11.

    Dalam bisnis seperti ini, mengenai soal laba, walaupun ada hadis yang memperbolehkan memeperoleh laba sampai 100%, kita harus melangkah dengan penuh pertimbangan. Kita memperhitungkan tenaga dan biaya yang telah kita keluarkan, dengan laba yang akan kita dapat: jangan terlalu besar melipatgandakan laba dari harga asli, sehingga merugikan pembeli. Dalam hal ini, yang terpenting harus kita pegang adalah prinsip umum: asas kerelaan antara penjual dan pembeli. Kalau memang pembelinya rela membeli dengan harga 2 kali lipat dari harga asli, ya boleh-boleh saja. Seperti yang pernah dilakukan oleh sahabat 'Urwah. 'Urwah dikasih Nabi uang satu dinar untuk membeli seekor kambing. Namun oleh 'Urwah, sedinar itu dibelikan dua ekor. Yang seekor dijual lagi dengan harga satu dinar, dan seekor lagi dikasihkan Nabi sambil mengembalikan sedinar kepada Nabi (dari hasil penjualan satu ekor kambing tadi). Lantas Nabi mendoakan 'Urwah agar mendapat keberkahan dalam berdagang. (HR. Bukhari)

    Hadis ini memang menunjukkan, dengan jelas sekali, diperbolehkannya mengambil keuntungan 100% dari modal. Namun, sekali lagi, kita harus pandai-pandai memasang harga. Lihat-lihat kondisi pembeli. Karena yang kita cari tidak semata laba, namun saling kerelaan. Dan yang perlu kita catat lagi, tugas membeli kambing yang dilakukan oleh sahabat 'Urwah itu adalah pekerjaan non-profesi. Maksudnya, kejadian tersebut tidak melulu bisa kita jadikan landasan penjualan yang profesional untuk mendapatkan laba sampai 100%.

Kirim pertanyaan kamu ke Pertanyaan.com atau berbagi pengetahuan kamu dengan menjawab pertanyaan dari teman-teman yang lain.
Gabung dan Daftar disini.