mantan istri suamiku selalu berusaha memeras dan mengancam akan mempermalukan suamiku di kantor tempat suamiku bekerja,padahal dia baru saja menerima uang sebesar 25 jt dari hasil penjualan rumah milik ayah mertuaku dan hingga saat ini suamiku masih membayar hutang akibat kecelakaan yang dialami mantan istri,hingga mengakibatkan korban yang ditabrak mantan istri suamiku meninggal dunia,tapi karena alasan 2 anak yang ikut mantan istri, suamiku bersedia membayar jaminan kecelakaan sebesar 25 jt,dan karena hal itu hingga saat ini gaji suamiku yang hanya 1.300.000.hrs dipotong separuhnya,.saya harus memutar otak mengatur keuangan suami yang sisanya tinggal 400.000 untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.tapi mantan istri senang sekali mengancam dan memeras suamiku,terus saja minta uang buat anak,padahal ditangannya ada uang 25 jt,dan suamiku tidak mengambil sepeserpun bagian atas harta gono gininya karena alasan untuk anak.Anak laki-laki yang pertama tadinya ikut ayah mertua,sehingga sekolahpun ditanggung suami,tapi karena ga betah dia pulang ke ibunya,anaknya juga selalu minta uang dan menuntut suamiku agar membelikan dia motor,padahal sudah hampir 2 th ini tenaga suamiku digadai untuk membayar hutang akibat kecelakaan itu.suamiku seorang yang sabar,pendiam dan pemalu.Apa yang harus kulakukan untuk menghadapi hal seperti ini?upaya hukum apa yang tepat untuk menghadapi situasi seperti ini?