Opini, Politik - Oleh - April 15, 2009 7:49 - 0 Jawaban
PEMILU : Yang menang pasang tarif, yang kalah mengadu ?
Usai sudah helatan Pemilu 2009, dan ucap syukur berjalan dengan damai, semoga berdampak baik juga buat Indonesia ke depan. Kali ini sangat menarik, dari hasil hitung cepat yang menang justru adalah partai baru era reformasi, apakah ini tanda-tanda kejayaan era partai lama sudah mulai pudar, atau pemilih (masyarakat Indonesia) sudah mulai berganti arus, sudah berani dan cerdas dalam memilih yang baru, dan yang paling menarik adalah manuver-manuver politik yang akan terjadi dalam waktu dekat. Koalisi partai akan sangat menarik, mengingat pemenang adalah pengusung presiden terpilih, tentunya status incumbent juga akan sangat menguntungkan, jadi sangat wajar partai pemenang akan benar-benar memegang kendali, istilahnya bisa “pasang tarif” siapa yang bakal jadi pendamping. Ini bukan tarif soal uang lho, tapi soal power sharing yang lebih besar tentunya, dan kontrak politik yang menguntungkan.
Lalu yang kalah ?
Ya berani maju ya harus berani menerima kekalahan lah, biar gimanapun masalah-masalah yang diangkat khusunya soal DPT (daftar pemilih tetap), surat tertukar,dan semacamnya mesti bisa disikapi secara bijak. Sistem pemilu kita (contreng) kan masih baru, ya wajar lah bila masih ada kekurangan, satu hal yang paling penting adalah pemilu berjalan cukup damai, itu saja. Kalau tetep main salah-salahan juga semua bisa disalahin, partai bilang KPU kurang optimal masalah DPT, trus KPU bilang kenapa sebelum hari H kok partai tidak mengecek DPT buat simpatisannya, semua benar. Kalopun terus protes juga saya yakin pemilu tidak akan mungkin diulang (butuh waktu dan dana besar buat itu), tapi ya memang KPU harus menyikapi masalah ini jangan sampai terulang.
Itu saja lah, saya nulis panjang lebar juga gak bakal pengaruh kok (ha3), hanya sekedar opini pribadi. Oh iya, saya mau jawab juga salah satu pertanyaan yang masuk tentang kenapa pemilu memakai sistem contreng, itu karena sistem coblos sudah mulai ditinggalkan oleh hampir seluruh negara di dunia, sistem coblos dianggap sudah sangat primitif jadi mesti di ganti.
Jayalah INDONESIA ku, damailah selalu negeri tercintaku.

Punya Pertanyaan ? Tanya di Pertanyaan.com