Inggris - Oleh - November 19, 2009 11:23 - 2 Jawaban

Bahasa Inggris ?

Kenapa harus belajar bahasa Inggris ?

Saat ini bahasa Inggris sudah menjadi semacam tuntutan untuk di kuasai, mempunyai skill bahasa inggris yang bagus akan menjadikan nilai tambah bagi diri kamu untuk bersaing dalam dunia usaha maupun dunia kerja.

Level seperti apa yang harus dikuasai untuk bersaing dalam dunia kerja ?

Sebagian besar perusahaan mulai menerapkan level bahasa inggris dengan mengacu pada sistem TOEFL, sebenarnya level ini hanya sebatas bahasa inggris pasif (writing, listening), bukan bahasa inggris aktif (speaking), tapi tidak ada salahnya jika kamu juga menguasai bahasa inggris aktif

Bagaimana belajar bahasa Inggris yang baik ?

Sekedar tips sederhana, sering-sering membaca artikel/tulisan berbahasa Inggris, mendengarkan berita berbahasa Inggris, menulis Inggris dengan tatanan bahasa yang benar (sesuai grammar dan tenses)

Copy Right © Pertanyaan.com, diambil dan dirangkum dari berbagai sumber, untuk membuat artikel atau tulisan silahkan mengirimkan artikel ke Pertanyaan.com, lengkapnya lihat di pertanyaan.com/artikel

2 Jawaban

Kamu dapat mengikuti jawaban dari pertanyaan ini melalui RSS Feed.

citra
Feb 8, 2011 18:04

Kesan pertama ketika bersua Paramita Pramesti, kita bisa menarik kesimpulan dia sosok jutek, protective dan pelit bicara. Namun lama kelamaan, image tersebut memudar karena Mita ternyata remaja yang fun, enak dan nyambung diajak ngobol. Mita, nama kecil, kini adalah mahasiswa Bussines and Economics Monash College. Mita gol masuk Monash University Australia, dia memenuhi persyaratan yang diminta oleh Monash. Modalnya adalah nilai raport dengan nilai rata-rata 8, nilai total IELTS 6,5 tanpa ada nilai dibawah 6, berkelakuan baik dan ID dengan passport.

Saat ini Mita masih berada di Jakarta. Sebelum masuk Monash University semua mahasiswa (i) harus masuk Monash College (Lower Diploma and Higher Diploma). Untuk kasusnya, dia akan ke Higher Diploma Monash College pada bulan Oktober 2010 sebelum ditranfer ke Monash University di Aussie. Dia mengaku keputusan memilih studi ke luar negeri mutlak adalah keputusannya dan impian masa kecil. Sembari mengenang masa kecil, kala itu Mita kecil berpikir suatu saat impiannya harus terwujud mencicipi manisnya belajar di negeri asing.

“Ini impian saya sejak kecil dan keputusan saya sendiri dengan dukungan orang tua dan keluarga besar. Perasaan saya pastinya senang dan bersyukur karena tidak hanya karena usaha, tetapi dukungan dan doa orang tua juga. Persiapannya, belajar bahasa Inggris sejak kecil dan belajar mandiri. Karena syarat untuk masuk Monash, nilai raport khusus pelajaran MIPA, English, sejarah rata-rata harus diatas 8,” ujarnya.

Keputusan belajar ke luar negeri bukan berarti kualitas pendidikan Indonesia kalah saing dengan negeri luar. Menurut dara kelahiran Jakarta ini, ia ingin mengembangkan kemampuan diri lebih dari apa yang dicapainya sekarang. Demi keinginan keras sukses studi ke negeri asing, Mita meninggalkan cita-cita lainnya yang telah berhasil diraihnya saat mencoba peruntungan lewat jalur SNMPTN 2010 Fakultas Teknik Mesin Unversitas Hasanuddin.

“Anak Indonesia menurut saya termasuk anak rajin dan ramah, tetapi orang Aussie biasanya adalah orang yang individualistik jadi susah untuk saling bergantung satu sama lain. Dan alasan milih studi Bisness and Economics karena saya suka berhitung dan matematika logika terutama dengan uang. Alhamdulillah, ikut SNMPTN 2010 untuk mencoba kemampuan dan lulus di Teknik Mesin Unhas yang dulu merupakan cita-cita saya juga,” katanya.

Bagi alumni SMA Negeri 17 Makassar, mencetak prestasi menjadi kebiasaanya ketika duduk di sekolah dasar hingga menengah atas. Untuk prestasi non-akademik yakni olahraga terutama renang dan tenis lapangan Mita sudah sampai tingkat walikota mewakili wilayah Jakarta Utara. Akademik pun tak ketinggalan kompetisi matematika mewakili sekolah menjadi langganannya dan peringkatan 10 selalu digenggam.

Ia senang berhitung dan bermain logika. Bahasa Inggris, ia fasih, merasa enak mengenal bahasa asing. Sejarah, ia menganggapnya seru seperti perjalanan ke masa lalu.

“Selama belajar di JILC, semua tentor menginspirasi mencari ilmu dan membagi ilmu. Orang cerdas itu bekalnya harus rajin, disiplin, bagi waktu yang bener, hargai waktu. JILC bagus, ilmu agama dan dunia seimbang. Hidup harus seimbang. Banyak pengalaman kakak tentor yang menyemangati saya, ” pungkas mantan bendahara OSIS SMP Negeri 30 Jakarta Utara ini.

cristian feri
Oct 21, 2011 18:04

what do you know about eagles

Jawab Pertanyaan ini

Punya pertanyaan ? Tanya di Pertanyaan.com

Gabung dengan Pertanyaan.com

Twitter Facebook mobile email